Review

Ragam Sajian Kopi Tradisional di Nusantara

Oktober 22, 2017

Ragam Sajian Kopi Tradisional di Nusantara

Menikmati kopi yang lazim bagi masyarakat Jawa adalah menyeduhnya bersamaan dengan gula menggunakan air mendidih. Air harus mendidih benar agar kopi larut dan tidak mengakibatkan perut jadi kembung. Proporsi gulanya tergantung selera, ada yang suka gula sedikit sehingga terasa pahit namun ada juga yang suka nasgithel, akronim dalam bahasa jawa dari kata panas, legi tur kenthel atau panas , manis dan kental.

Dan kini di pasaran tersedia berbagai macam racikan kopi instan. Ada juga penggemar kopi yang beralih ke kopi instan karena dinilai lebih praktis dan racikannya selalu sama dengan citarasa yang pas. Lagipula orang Jual kopi instan lebih mudah ditemui daripada penjual kopi murni. Namun banyak juga yang setia dengan racikan kopi tradisional, karena bagi mereka kopi instan bukanlah kopi melainkan minuman rasa kopi.  Tentu saja ini hanya masalah selera saja. Dimana setiap orang memiliki selera yang berbeda dan kita harus menghargai pilihan orang lain tersebut, bukannya malah menjadikannya bahan olok olokan.

Berbicara tentang racikan kopi terutama racikan kopi tradisional, Indonesia memiliki banyak sekali racikan dan penyajian kopi yang berasal dari berbagai pelosok nusantara. Beberapa sudah terkenal dan bisa dinikmati meskipun kita tidak sedang berkunjung ke daerah tersebut. Namun masih ada juga yang tetap menjadi citarasa khas daerah yang tidak dijumpai di daerah lain.



Berikut ini adalah beberapa ragam racikan kopi tradisional Indonesia.


1. Kopi Tubruk 

Kopi Tubruk dibuat dengan cara menyeduh bubuk kopi dan gula dalam cangkir atau gelas dengan menggunakan air panas. Racikan kopi ini menghasilkan ampas yang mengendap di dasar cangkir. Di jawa umumnya warung-warung kopi menyediakan kopi tubruk ini disamping menyediakan kopi instan. Biasanya bubuk kopi ada yang terbuat hanya dari biji kopi, namun ada juga yang diberi campuran jagung dengan komposisi tertentu. 

2. Kopi Joss

Kata joss diperoleh dari suara yang dihasilkan saat arang panas dimasukkan kedalam minuman kopi. Memang, kopi joss adalah minuman kopi atau kopi susu yang diberi arang panas. Minuman kopi ini awalnya berasal dari Yogyakarta, namun kini sudah banyak ditemukan di daerah lain.

3. Kopi Ijo dari Tulungagung.

Tidak ada yang athu pasti sejak kapan, kopi ijo ini menjadi kopi khas dari daerah Tulungagung. Kini ribuan warung kopi tersebar di seluruh penjuru  Tulungagung menyediakan kopi ini. Yang membedakan kopi ini dengan kopi biasa adalah warnanya. Sesuai namanya, kopi ijo ini ketika diseduh akan berwarna hitam kehijauan.
Kabarnya warna ini didapat karena proses pengolahan kopi yang berbeda dengan kopi biasa. Selain menggunakan cara tradisional, seperti tungku dan kayu bakar, kopi ijo ini juga menggunakan trik tertentu saat pengolahan sehingga didapatkan warna hitam kehijauan.
Sayangnya keberadaan kopi ini meriah di daerah sendiri, yang artinya belum terkenal sampai ke luar daerah.





4. Kopi Kawa

Sebenarnya menyebut kopi kawa adalah salah kaprah. karena kata kawa yang berasal dari bahasa arab Qahwa berarti kopi. Jadi istilah yang seharusnya adalah Kawa Daun atau kopi daun. Memang kawa daun adalah kopi yang berasal dari daun kopi, bukan biji kopi.
Kawa daun ini berasal dari Sumatera Barat. Daun kopi diolah dengan cara diasap sampai kering lalu diseduh dengan air panas dan ditambah dengan gula untuk memberi citarasa manis.
Kawa Daun kini sudah menyebar ke berbagai daerah, di Jakarta sudah ada kedai yang menyediakan kopi khas Minang ini.

5. Kopi Klotok

Kopi klotok adalah metode penyajian kopi khas dari daerah Temanggung Jawa Tengah. Kopi ini dibuat dengan cara merebus bubuk kopi bersama dengan air,  gula atau susu jika anda suka di dalam sebuah panci. Kopi ini direbus dengan menggunakan tungku arang selama kurang lebih 3-5 menit.
Proses yang demikian menghasilkan minuman kopi yang pekat dan nikmat.

6. Kopi Kopyok

Kopi kopyok banyak ditemukan di daerah Gresik Jawa Timur. Bubuk kopi digiling tidak terlalu halus. Untuk membuat satu gelas kopi dibutuhkan setengah gelas bubuk kopi. Bubuk kopi tersebut dituangi air mendidih sehingga bubuk kopi akan terangkat ke atas setelah itu diaduk agar tercampur sempurna. Meskipun bubuk kopi yang digunakan cenderung kasar, namun tetap menghasilkan minuman kopi yang pekat karena banyaknya bubuk kopi yang digunakan.

7. Kopi Tarik Aceh

Kopi tarik ini meskipun berasal dari ujung barat Indonesia namun keberadaannya sudah menyebar ke daerah lain. Bahkan di setiap kota besar kita bisa menjumpai kopi ini. Kopi tarik dibuat dengan cara menyaring minuman kopi berulang-ulang lalu dipindahkan dari satu ceret ke ceret lainnya dengan cara menjauhkan salah satu ceret tersebut dengan cara ditarik ke atas. proses ini dilakukan berulang-ulang sebelum kopi dituang ke dalam gelas untuk disajikan.

8. Kopi Rarobang.

Bergeser ke wilayah timur Indonesia. Ambon, Maluku juga memiliki sajian kopi yang khas yaitu kopi Rarobang. Minuman ini didapat dengan cara merebus bahan-bahan seperti bubuk kopi arabica, cengkeh, jahe, kayu manis, gula pasir dan sereh. Bila anda suka dapat juga ditambahkan susu kedalamnya. Setelah direbus sampai mendidih , air rebusan disaring dan ditaburi kacang kenari cincang di atasnya. Selain mendapatkan khasiat kopi, meminum kopi rarobang ini juga akan merasakan manfaat rempah rempah yang dicampurkan seperti menghilangkan kepenatan setelah seharian bekerja.

9. Kopi Talua.

Kembali lagi ke daerah Minangkabau. Disini terdapat kopi Talua. Kata talua berasal dari kata telur. Karena memang kopi ini dalam pembuatannya dicampur dengan kuning telur. Penasaran bagaimana cara membuatnya?
Pisahkan antara putih dan kuning telur. Campurkan kuning telur dengan susu kental manis dan sedikit bubuk kayu manis lalu kocok hingga mengembang. Lalu tambahkan seduhan air kopi mendidih. Air kopi yang mendidih inilah yang mematangkan telur dan menghasilkan buih di permukaan kopi.

10. Kopi Durian 

Masih dari tanah Sumatera, ada lagi cara penyajian kopi yang unik yaitu dengan mencampurkan buah durian ke dalam minuman kopi. Rasanya? Tentu saja perpaduan antara kopi dan durian, namun jangan khawatir, aroma kopi akan melembutkan aroma durian sehingga aroma durian tidak akan menusuk.

11. Kopi gelas terbalik

Aceh tidak saja terkenal dengan kopi tariknya namun juga kopi gelas terbalik. Kopi ini dibuat dengan cara menutup permukaan gelas dengan tatakan kaca kemudian membaliknya segera ketika kopi baru saja diseduh dengan air panas. Air kopi akan merembes disela sela tatakan dan mulut gelas yang terbalik. Bubuk kopi yang digunakan adalah bubuk kopi yang kasar agar ampas kopi tidak merembet keluar saat kopi dibalik. Cara meminumnya pun cukup unik, karena menggunakan sedotan. Bisa juga anda meminumnya lansung dari tatakan asal anda yakin tidak akan menumpahkannya.



Itulah ragam penyajian kopi tradisional di Indonesia. Masih banyak cara penyajian kopi tradisional yang lain yang belum terangkum disini. By the way... anda sudah pernah mencoba yang mana? 

Sumber 
Gambar : Pixabay
https://majalah.ottencoffee.co.id/kopi-klotok-kopi-tradisional-jawa-rasa-turki/
https://rasakopi.com/sensasi-minum-kopi-tubruk-gelas-dibalik-kedai-meulaboh
https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/kopi-rarobang-minuman-khas-daerah-yang-tidak-punya-hasil-kopi
https://idrusalam.wordpress.com/2015/04/19/mengenal-kopi-kawa-daun-minuman-khas-rang-minang-dengan-sejarah-perihnya/

You Might Also Like

2 komentar

  1. Baru nyobain kopi tubruk sama kopi instan aja mbak XD
    Kopi yang lain belum pernah sama sekali. Masih penasaran sama kopi jos. Rumah padahal deket sama Jogja, tapi belum pernah nyobain ini kopi sama sekali *sungguh terlalu*

    BalasHapus
  2. Kopi joss dulu waktu SMA di Purwokerto sering minum tuh sambil nongkrong bareng temen2...

    Kalau dulu sih suka minum kopi,, tapi sekarang kok perut gak bisa diajak kompromi ya kalau habis minum kopi, pasti mules.. Aneeh huhu..

    Salam
    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus